Wah, puisi-puisi bang Noel G ini juara Bang. Keren anget nih...!!
Galau Aku Memujamu
Dengan gila kau telah menyemai bebiji resah di dadaku pada kemarau yang lalu
kini meraja akarnya merayap raga serupa nadi
rantingnya tekun mencipta resah menari
daunnya biru melambai, ciptakan haru jiwa yang pemalu
buahnya adalah galau
galau meracau
menyesak dada laksa benalu
uffff....
menolehlah ke arahku
Tampilkan postingan dengan label puisi Kiriman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi Kiriman. Tampilkan semua postingan
Jumat, 25 November 2011
Minggu, 13 November 2011
Puisi Anjani
memori menjelang malam
sejenak melepas pandang jauh pada rona fajar di ufuk timur
menandakan hari kan segera berlalu dengan segenap rantai kehidupan
yang saling bersambut menguatkan memori jiwa dalam peraduan kisah
pada siang yang menghangatkan
mengantarkan ke gerbang cita-cita masa depan
mengingatkan rayuan juang jiwa muda
menggoda insan dalam lena cumbu sang bidadari
di sini batas malam yang
sejenak melepas pandang jauh pada rona fajar di ufuk timur
menandakan hari kan segera berlalu dengan segenap rantai kehidupan
yang saling bersambut menguatkan memori jiwa dalam peraduan kisah
pada siang yang menghangatkan
mengantarkan ke gerbang cita-cita masa depan
mengingatkan rayuan juang jiwa muda
menggoda insan dalam lena cumbu sang bidadari
di sini batas malam yang
Rabu, 02 November 2011
Puisi-Puisi Desi Lilyani
Kumpulan puisi Desi Lilyani - Setelah kemarin sibuk dengan posting cerpen, kali ini giliran puisi yang dikirim oleh Desi Lilyani.
Ego Wajah Innocent mu
Mungkin saja,,,
mereka tak menyadarinya...
tapi semua itu telah terjadi
tepat menyentuh epidermis ku.
Mungkin juga,,,
mereka bisa merasakannya
tapi bertingkah dengan wajah innocentnya.
Semua Terserah Mereka !
dan aku...
aku hampir saja mati.
Ego Wajah Innocent mu
Mungkin saja,,,
mereka tak menyadarinya...
tapi semua itu telah terjadi
tepat menyentuh epidermis ku.
Mungkin juga,,,
mereka bisa merasakannya
tapi bertingkah dengan wajah innocentnya.
Semua Terserah Mereka !
dan aku...
aku hampir saja mati.
Selasa, 27 September 2011
Puisi-Puisi Anisatun Arviyani
Kumpulan Puisi Anisatun Arviyani
Puisi 1
Sahabat yang Hilang
Saat hati resah dan bimbang
Saat fikiran melayang
Mengharap Dewa cinta datang
Mwmbawa kedamaian
Mengusik keheningan di sini
Mengajakku terbang tinggi
Menggapai bintang di kejauhan
Sinar bulan yang terang di atas sana
Menembus bumi suci ini
Menumbuhkan ketrentaman hati
Aku duduk termenung
Terlena dengan bayangan wajahnya
Wajahnya
Puisi 1
Sahabat yang Hilang
Saat hati resah dan bimbang
Saat fikiran melayang
Mengharap Dewa cinta datang
Mwmbawa kedamaian
Mengusik keheningan di sini
Mengajakku terbang tinggi
Menggapai bintang di kejauhan
Sinar bulan yang terang di atas sana
Menembus bumi suci ini
Menumbuhkan ketrentaman hati
Aku duduk termenung
Terlena dengan bayangan wajahnya
Wajahnya
Selasa, 13 September 2011
Puisi-Puisi Abu Bakar Rifa'i
Kumpulan Puisi Abu Bakar Rifa'i
G.U.N.D.A.H
Risau hati begitu jelas kurasakan.Menguak misteri yang selama ini terpendam.Membuat aku tertunduk terdiam.Menahan perih yang teramat mendalam.
Gundah gulana hatiku kini.Luka jiwa tak ku hiraukan lagi.Ingin aku pergi tinggalkan dunia ini.Tuk lupakan semua yang telah terjadi.
Ruang hampa kian menyelimutiku.Temaram hitam semakin membenamku.Angan asa turut
G.U.N.D.A.H
Risau hati begitu jelas kurasakan.Menguak misteri yang selama ini terpendam.Membuat aku tertunduk terdiam.Menahan perih yang teramat mendalam.
Gundah gulana hatiku kini.Luka jiwa tak ku hiraukan lagi.Ingin aku pergi tinggalkan dunia ini.Tuk lupakan semua yang telah terjadi.
Ruang hampa kian menyelimutiku.Temaram hitam semakin membenamku.Angan asa turut
Kamis, 08 September 2011
Puisi-Puisi Ruspandi Jauhari
Kumpulan Puisi Ruspandi Jauhari
AKU SUDAH MATI
Oleh: Ruspandi Jauhari (Paendi,AnjalD Puga)
Ini wajah penuh darah
Tarluka terhimpun amarah
Mudah mendidih karena letupan pelor
Senyumku pun tergadaikan
Sedu-sedan tersia
Kini wajah tersisa kerangka
Tumbuh selaksa pohon tanpa buah
Sebuah nama tertulis di setiap sudut dinding
Tubuh tegak ialah bangkai jalang
Jangan
Jangan menjejak di langkahmu
AKU SUDAH MATI
Oleh: Ruspandi Jauhari (Paendi,AnjalD Puga)
Ini wajah penuh darah
Tarluka terhimpun amarah
Mudah mendidih karena letupan pelor
Senyumku pun tergadaikan
Sedu-sedan tersia
Kini wajah tersisa kerangka
Tumbuh selaksa pohon tanpa buah
Sebuah nama tertulis di setiap sudut dinding
Tubuh tegak ialah bangkai jalang
Jangan
Jangan menjejak di langkahmu
Minggu, 21 Agustus 2011
Puisi Puisi Syifa Aprilia
Kumpulan Puisi Syifa Aprilia
MALAIKAT CINTAKU
Termenung dalam kesendirian hati,,
membuatku terjatuh dalam dinginnya dunia,,
perlahan sikapku berubah,,
tanpa ada satu alasan pun yang dapat mengubahnya kembali,,
tetapi dirimu datang bagai malaikat cinta,,
yang membawa sejuta kebahagiaan untukku,,
sejuta kebahagiaan yang sebelumnya tak pernah aku rasakan,,
walau ku tau semua itu hanya dalam
MALAIKAT CINTAKU
Termenung dalam kesendirian hati,,
membuatku terjatuh dalam dinginnya dunia,,
perlahan sikapku berubah,,
tanpa ada satu alasan pun yang dapat mengubahnya kembali,,
tetapi dirimu datang bagai malaikat cinta,,
yang membawa sejuta kebahagiaan untukku,,
sejuta kebahagiaan yang sebelumnya tak pernah aku rasakan,,
walau ku tau semua itu hanya dalam
Kamis, 18 Agustus 2011
Puisi Puisi Andi Elsyakir
Kumpulan Puisi Andi Elsyakir
Dalam Lamunan
oleh: Andi Elsyakir
dalam lamunan ku terbangkan fikiran
dan kuselami hayalku hingga hati tak karuan
ku ingati dirimu dan kebaikanmu
yang slalu hiasi hari dan malamku
ku coba hapuskan semua mimpi-mimpi semu
karena ku tahu cinta tak harus selalu menyatu
hadirmu yg indah dan bijaksana
membuat hatiku luluh dan tak berdaya
kau datang untuk beri
Dalam Lamunan
oleh: Andi Elsyakir
dalam lamunan ku terbangkan fikiran
dan kuselami hayalku hingga hati tak karuan
ku ingati dirimu dan kebaikanmu
yang slalu hiasi hari dan malamku
ku coba hapuskan semua mimpi-mimpi semu
karena ku tahu cinta tak harus selalu menyatu
hadirmu yg indah dan bijaksana
membuat hatiku luluh dan tak berdaya
kau datang untuk beri
Senin, 15 Agustus 2011
Puisi Puisi Ade Yulianti
Kumpulan Puisi Ade Yulianti
KESEPIAN
Entah kapan ini akan berakhir
sendiri sendiri aku tak sanggup menghadapinya
bagaikan burung yang terbang tanpa sayap
entah kapan ini akan musnah......
ku terus berusaha melawan nasib
yang selalu membuatku menangis
membuat ku berduka
entah kapan aku akan tetap tabah
pergi kesepian biarkan aku menari dengan riang
dan biakan kebahagian datang di hari
KESEPIAN
Entah kapan ini akan berakhir
sendiri sendiri aku tak sanggup menghadapinya
bagaikan burung yang terbang tanpa sayap
entah kapan ini akan musnah......
ku terus berusaha melawan nasib
yang selalu membuatku menangis
membuat ku berduka
entah kapan aku akan tetap tabah
pergi kesepian biarkan aku menari dengan riang
dan biakan kebahagian datang di hari
Selasa, 09 Agustus 2011
Puisi-Puisi Amalia Wildayati
Kumpulan Puisi Amalia Wildayati
10 hari itu cukup !
Cinta,
Ia tumbuh
Bukan karena seberapa sering ada pertemuan
Bukan karena seberapa sering ada percakapan
Bukan karena seberapa lama tercipta sebuah perkenalan
10 hari, itu cukup !
Bahkan kurang dari itu
Aku menyimpan rasa padamu
Saat pertama kali muncul namamu
Lucu ?
Aku saja tertawa mengingat semua itu
Masih saja kufikirkan apa pesonamu
10 hari itu cukup !
Cinta,
Ia tumbuh
Bukan karena seberapa sering ada pertemuan
Bukan karena seberapa sering ada percakapan
Bukan karena seberapa lama tercipta sebuah perkenalan
10 hari, itu cukup !
Bahkan kurang dari itu
Aku menyimpan rasa padamu
Saat pertama kali muncul namamu
Lucu ?
Aku saja tertawa mengingat semua itu
Masih saja kufikirkan apa pesonamu
Senin, 01 Agustus 2011
Puisi-Puisi Laely Shofia
SUNYI
Ketikaku membuka mataHampa terasa didalam hidupkuIa yang selalu ada disampingkuKini telah tiada
Senyummu telah pudarHariku menjadi gelapKau yang selalu mengasingkankuTak pernah melihatku kedalam
Pernah ada suatu masaKetika aku tertawa bersamanyaDalam peluknya yang hangatBersama tertawa membunuh malam
Walau ia disampingkuMenusuk duri ketubuhkuMelubangi seluruh hatikuKini ia membunuh
Ketikaku membuka mataHampa terasa didalam hidupkuIa yang selalu ada disampingkuKini telah tiada
Senyummu telah pudarHariku menjadi gelapKau yang selalu mengasingkankuTak pernah melihatku kedalam
Pernah ada suatu masaKetika aku tertawa bersamanyaDalam peluknya yang hangatBersama tertawa membunuh malam
Walau ia disampingkuMenusuk duri ketubuhkuMelubangi seluruh hatikuKini ia membunuh
Puisi-Puisi Wiranika Lestari Zega
kembalilah anakku
by:wiranika lestari zega
wahai badai di tengah laut
wahai angin topan menerjang bumi,
dengarkan aku...diamlah sesaat
disini aku menghadapimu sendiri,
dengan kaki rentahku..
aku tetap derana..menghadapinya
aku tak pernah gentar, menahan badai cobaan...
namun,kini aku telah tua
badaimu yang kuat akan mematahkanku
anginmu yang kencang memegapkan nafasku...
apakah aku harus
by:wiranika lestari zega
wahai badai di tengah laut
wahai angin topan menerjang bumi,
dengarkan aku...diamlah sesaat
disini aku menghadapimu sendiri,
dengan kaki rentahku..
aku tetap derana..menghadapinya
aku tak pernah gentar, menahan badai cobaan...
namun,kini aku telah tua
badaimu yang kuat akan mematahkanku
anginmu yang kencang memegapkan nafasku...
apakah aku harus
Puisi-Puisi Monica
Short Message Sent
oleh: Monica
I just want to greet you
Just want to read your response
Just waiting alone in my bedroom
Imagine you
Guesting your words
I still remember the words
Though there's no answer
I always checked my inbox
Everytime,
I know you will say it as
Useless thing
But for me,
It's not nothing
Now, my days all turn as usual
I don't waiting for you
Whether you response it or
oleh: Monica
I just want to greet you
Just want to read your response
Just waiting alone in my bedroom
Imagine you
Guesting your words
I still remember the words
Though there's no answer
I always checked my inbox
Everytime,
I know you will say it as
Useless thing
But for me,
It's not nothing
Now, my days all turn as usual
I don't waiting for you
Whether you response it or
Minggu, 24 Juli 2011
Puisi-Puisi Dian Rasty
Kumpulan Puisi Dian Rasty
RINDU
Mengapa perasaanku seperti ini... ?
Saat ku hirup kembali aroma tubuhmu, perih begitu menusuk relung jiwaku....
Rasa ini tak akan pernah berdusta...
Ku masih merindukanmu...
Tak pernah kau pahami sisi kecil hatiku yang sesungguhnya tak merelakan perpisahan...
Hatiku bagai teriris kala ku tatap matamu dengan dalam...
Ku tahu, tak mungkin lagi semuanya 'kan
RINDU
Mengapa perasaanku seperti ini... ?
Saat ku hirup kembali aroma tubuhmu, perih begitu menusuk relung jiwaku....
Rasa ini tak akan pernah berdusta...
Ku masih merindukanmu...
Tak pernah kau pahami sisi kecil hatiku yang sesungguhnya tak merelakan perpisahan...
Hatiku bagai teriris kala ku tatap matamu dengan dalam...
Ku tahu, tak mungkin lagi semuanya 'kan
Jumat, 22 Juli 2011
Puisi-Puisi Susila Satya
Kumpulan Puisi Susila Satya - Setelah beberapa waktu lalu mengirim Cerpen yang berjudul Masih Adakah Cinta Untukku, kali susila Satya berbagi puisi karyanya. silahkan diresapi... :D
KECEWA
oleh: Susila Satya
Di dalam hatiku
Hanya ada namamu
Tiada yang lain hanyalah dirimu
Tapi mengapa kau tak mengerti juga
Atau memang sengaja
Hanya keinginan diri
Seperti ini............
Rindu mencekam di
KECEWA
oleh: Susila Satya
Di dalam hatiku
Hanya ada namamu
Tiada yang lain hanyalah dirimu
Tapi mengapa kau tak mengerti juga
Atau memang sengaja
Hanya keinginan diri
Seperti ini............
Rindu mencekam di
Minggu, 17 Juli 2011
Puisi-Puisi Komariah
TERIMAKASIH CINTA
Terpaku menatap langit
Sayup-sayup seuntai kata
Diam bukan berarti jawaban
Tapi diam bisa jadi suatu ungkapan
Entah apa yang terasa dalam dada
Sebuah kata tertahan dalam asa
Antara aku dan dia
Terimakasih ku ucap
Wahai engkau cinta
Karena telah kau beri aku kesempatkan untuk mengenal mu cinta
By komariah
12-04-2011
JAWABAN DARI PERTANYAAN
Pernah ku tanyakan apa itu cinta?
Terpaku menatap langit
Sayup-sayup seuntai kata
Diam bukan berarti jawaban
Tapi diam bisa jadi suatu ungkapan
Entah apa yang terasa dalam dada
Sebuah kata tertahan dalam asa
Antara aku dan dia
Terimakasih ku ucap
Wahai engkau cinta
Karena telah kau beri aku kesempatkan untuk mengenal mu cinta
By komariah
12-04-2011
JAWABAN DARI PERTANYAAN
Pernah ku tanyakan apa itu cinta?
Senin, 11 Juli 2011
Puisi-Puisi Gilang Nugraha
Gersang Jangan Mengharap Layu
indah memang,,
tapi bukan untuk sekedar menikmat...
terngiang deras saat pujian nampak, pikat raga yang termakan...
harum memang..
bukan sekedar untuk pemikat,, tersadar dalam hayal justru menyakitkan..
bukan ini yang harus ada.,
tapi kekuatan bukan hanya sekedar satu dipunya.
derasnya hujan bukan penawar dahaga hati,,
semilir angin bukan obat penenang jiwa..
rasa
indah memang,,
tapi bukan untuk sekedar menikmat...
terngiang deras saat pujian nampak, pikat raga yang termakan...
harum memang..
bukan sekedar untuk pemikat,, tersadar dalam hayal justru menyakitkan..
bukan ini yang harus ada.,
tapi kekuatan bukan hanya sekedar satu dipunya.
derasnya hujan bukan penawar dahaga hati,,
semilir angin bukan obat penenang jiwa..
rasa
Minggu, 03 Juli 2011
Puisi Puisi Isty Agniya
Kumpulan Puisi Isty Agniya
Dahulu dan Kini
ku tatap wajah polosmu duluketika kau terdiamketika kau tersenyumketika kau bersedih
Hingga dia datangMenghampirimu dengan sejuta warna kebahagiankulihat.. kutatap..Betapa berbeda ketika kau bersamanya
Kini terimakasih kau telah bahagiaKini selamat kuucapkan kau dapat yang terbaikdisini..dalam heningnya hatiku doakan kau slalu seperti ini
Sesali
Ku
Dahulu dan Kini
ku tatap wajah polosmu duluketika kau terdiamketika kau tersenyumketika kau bersedih
Hingga dia datangMenghampirimu dengan sejuta warna kebahagiankulihat.. kutatap..Betapa berbeda ketika kau bersamanya
Kini terimakasih kau telah bahagiaKini selamat kuucapkan kau dapat yang terbaikdisini..dalam heningnya hatiku doakan kau slalu seperti ini
Sesali
Ku
Kamis, 30 Juni 2011
Puisi-Puisi Dwi Andari
Puisi-Puisi Dwi Andari - Hmmmhh, puisinya keren deh..! Kayak gini nih kalau bikin puisi (^_^)v
Kamu dan Inginku
denganmu
sungguh tak ada
waktu yang ingin ku ulang
...meski tak bisa kubuang
semua kenangan
ahh...denganmu
hanya mau
melupa rindu
yang tetap saja
ada
untukmu !
Dak, 6.11
3 X
3 X kubisikkan namamu
kamu tak mucul
3 X kedua kusebut namamu
juga tak tampak pun
3 X ketiga
Kamu dan Inginku
denganmu
sungguh tak ada
waktu yang ingin ku ulang
...meski tak bisa kubuang
semua kenangan
ahh...denganmu
hanya mau
melupa rindu
yang tetap saja
ada
untukmu !
Dak, 6.11
3 X
3 X kubisikkan namamu
kamu tak mucul
3 X kedua kusebut namamu
juga tak tampak pun
3 X ketiga
Senin, 27 Juni 2011
Puisi Puisi Ika Pratiwi
Kumpulan Puisi Ika Pratiwi
SOSOK
Kadang ku ingin seperti angin
Yang leluasa melancong kemanapun aku mau
Kadang ku mau seperti bulan
Yang lembut berbagi sinar kala sahabat mulai kelam
Kadang ku berhasrat tuk bisa sekokoh batu karang
Yang tetap tegar walau terhantam gelombang badai kehidupan
Sejenak ku bermimpi ingin menjadi ilmuwan
Ku kan membawa pengetahuan baru pada dunia
Sejenak ku berkhayal
SOSOK
Kadang ku ingin seperti angin
Yang leluasa melancong kemanapun aku mau
Kadang ku mau seperti bulan
Yang lembut berbagi sinar kala sahabat mulai kelam
Kadang ku berhasrat tuk bisa sekokoh batu karang
Yang tetap tegar walau terhantam gelombang badai kehidupan
Sejenak ku bermimpi ingin menjadi ilmuwan
Ku kan membawa pengetahuan baru pada dunia
Sejenak ku berkhayal
Langganan:
Postingan (Atom)