HANYA MIMPI
'puisi cinta' buat Rachma
berkali-kali kulukis wajahmu
dalam lembar-lembar malam yang hitam
dan setiap kali hujan datang dengan kecemasan berbau angin
satu persatu kehampaan berguguran di mataku
maka aku benar-benar yakin
bahwa kau adalah jauh
bahwa kau adalah akhir
dari perjalanan tanpa ujung
selayaknya hidup hanyalah sebatas angin
dalam kembara dan penempuhan tanpa arah
dan aku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar